JustForex
FasaPay Online Payment System

Breaking News

Monday, February 16, 2015

Candlestick

Candlestick merupakan salah satu alat dari analisa teknikal yang paling akurat memberikan informasi dari sekian indikator yang dimiliki para trader. Candlestick dipakai di jepang sejak tahun 1978 dan baru populer di dunia barat tahun 1990-an. Sejak saat itu Candlestik menjadi alat utama bagi trader dalam menganalisa pasar menggantikan posisi bar chart.


berikut pola candlestick yang paling sering muncul di pasar dan dapat digunakan dalam mengambil keputusan dalam trading. Perlu diketahui bahwa nama-nama candlestick tersebut dibuat untuk membantu trader mengenali sedini mungkin yang terjadi di pasar, tekanan jual atapun beli semua tersirat dalam candlestick.
=======================================================================
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
=======================================================================
Kita menyebutnya “Common Doji” karena begitu umum terjadi, biasanya muncul pada small trading range. Doji merefleksikan harga tengah dimana kekuatan penjual dan pembeli seimbang sehingga belum bisa digunakan untuk memutuskan transaksi jual atau beli.


Long Legged Doji bisa dikatakan candlestick yang lebih dramastis. Dikatakan bahwa harga naik tinggi selanjutnya terjadi taking profit sehingga harga kembali ke tengah. Candlestick seperti ini menunjukkan kekuatan pasar yang melemah.


Gravestone Doji, diantara semua candlestick mungkin candlestick ini yang paling tidak menyenangkan. Dimana harga yang sudah mencapai atas tidak sanggup menahan ketinggiannya dan kembali serta ditutup di level yang sama.



Dragonfly Doji, bentuk terakhir dari doji, dimana harga open merupakan harga tertinggi, dijual kemudian ditutup kembali pada harga open. Adapun Candlestick ini menurut pengalaman jarang sekali terjadi, dan ketika terjadi maka harga akan cenderung untuk naik atau bullish.



HAMMER dan HANGMAN, Sinyal Pembalikan atau Reversal



Hangman, candlestick ini dinamakan demikian karena telihat seperti seseorang yang sedang dieksekusi dengan kaki berayun, selalu terjadi setelah perpanjangan tren naik. Analoginya bahwa trader melihat aksi jual, dan buru-buru mengambil posisi tetapi kemudian mereka menemukan bahwa mereka bisa membeli dengan harga yang jauh lebih murah.



Disisi Lain Hammer muncul dari perpanjangan tren turun (downtrend). Hammer terjadi karena adanya tekanan jual yang kuat seringkali di saat harga pembukaan, untuk selanjutnya pasar mengalami recovery kemudian ditutup dekat dengan harga open atau lebih tinggi.



ENGULFING BULLISH dan BEARISH

Engulfing Bullish terjadi setelah tren turun yang signifikan. Engulfing memiliki ciri body mencakup body candlestick sebelumnya dan tidak memiliki shadow atau bayangan. Adanya Candlestick ini memberi sinyal bahwa kekuatan seller mulai lemah, diisi oleh tekanan buyer.



Sebuah Engulfing Bearish terjadi setelah uptrend yang signifikan. Sekali lagi, body candlestick tidak terdapat shadow atau bayang-bayang. Engulfing Bearish merefleksikan bahwa kekuatan buyer melemah dan harga sepenuhya dikuasai seller.


DARK ClOUD COVER

Bahwasanya Dark Cloud Cover terjadi setelah uptrend yang kuat dan kondisi bearish mulai mengisi pasar. Dark Cloud memberi sinyal waspada dan melindungi profit yang didapat karena dalam jangka pendek harga akan berbalik arah.



PIERCING, Sinyal Pembalikan Potensial

Kalau Dark Cloud Cover memberi peringatan bahwa uptrend akan segera berakhir, sebaliknya candlestick sebelumnya yang menunjukan bahwa harga akan turun, sebaliknya Candle Piercing mengindikasikan bahwa tren turun akan berakhir/ berbalik arah, dan kondisi bullish mulai mengisi pasar.



EVENING STAR dan MORNING STAR


Pola Evening Star biasanya terjadi selama tren naik yang berkelanjutan. Adanya Star menyampaikan bahwasanya tekanan bullish dan bearish sedang tarik menarik, namun tidak ada pihak yang menang. Kemudian Muncul Candle ketiga dengan black real body, memberi sinyal kuat bahwa harga akan berbalik arah.



Selanjutnya adalah candle Morning Star. Adapun Formasi candle Morning Star merupakan kebalikan dari prinsip Evening Star dimana terjadi selama downtrend dimulai dengan black candle, kemudian star dan candle ketiga yang menjadi sinyal pembalikan yang lengkap.



INVERTED HAMMER

Kalau kita lihat candlestick Inverted Hammer sekilas nampak sama dengan Shooting Star. Bedanya Shooting Star terjadi pada akhir tren naik, sedangkan Inverted Hammer terjadi setelah penurunan signifikan mengambil alih.


HARAMI atau PREGNANT

Ketika kita melihat candle harami , kita akan membayangkan candle yang pertama sebagai ibu dan candle kedua ibarat anaknya yang muncul dari perutnya. Dari situlah nama harami atau ibu hamil berasal. Candlestick harami bisa terjadi saat tren naik ataupun tren turun, semisal muncul dalam kondisi uptrend meskipun nampak bahwa bullish masih mengendalikan pasar tetapi cukup potensial sebagai sinyal pembalikan.



THREE BLACK CROWS

Candle Three Black Crows , formasi yang jarang sekali terjadi di pasar. Dan saat benar-benar terjadi swing trader harus waspada pada candlestick ini. Three black crows mencerminkan bahwasanya seller telah mengkontrol kembali harga di pasar, dan dimungkinkan harga selanjutnya begitu untuk bergerak turun.



THREE ADVANCING WHITE SOLDIERS

Pasangan Bullish untuk candle three black crows dikenal sebagai ‘three white soldiers’ dan oleh para ahli teori menganggapnya sebagai salah satu pola candlestick yang memberi sinyal kuat untuk naik atau bullish.



No comments:

Post a Comment

Designed By NOVAN HTIERS FIBOHOLIC